Enjoying Our Last Day at Osaka and Tokyo Night Street
Setelah
puas menikmati keindahan Arashiyama yang sangat membekas selama kami berada di
Kyoto. Kami juga ingin menciptakan kenangan selama berada di Osaka, hari itu
hari terakhir kami berada di Osaka dan kami harus kembali ke Tokyo karena esok
harinya kami akan kembali ke Jakarta.
Kami
telah merencanakan untuk berkunjung ke Osaka Castle. Karena di penginapan tidak
bisa untuk menitipkan barang- barang kami, jadinya kami harus menitipkan barang
kami di stasiun JR Namba. Dari JR Namba ke Stasiun Osakajokoen kami perlu satu
kali transit di stasiun Imamiya.
Dari Osakajokoen menuju ke Osaka Castle jaraknya lumayan jauh (ngga sih, kalo yang biasa jalan mungkin itu ga terlalu jauh lol). Kami melewati Osaka Jo Hall, tempat yang rutin di datangi Jump ketika mereka Live Tour. Aku kegirangan dan kami sempat foto foto disana. Kami agak heran karena disana banyak orang yang mulai kumpul di sekitar Osaka jo hall, sebagian dari mereka banyak yang memakai T-shirt putih bertulisan Repainting, setelah aku amati baik baik di bawahnya tertulis Sexy Zone.
HA!
Ternyata kami datang tepat saat Sejon melangsungkan konser disana. Aku turut
senang, tetapi separuh hatiku ingin itu konsernya Jump :'). Tapi ya
Alhamdulillahnya itu bukan konser Jump, kalo memang konser Jump ku pastikan
jadwalku akan delay sampai Tokyo. Ya walaupun ga sempat ke Tokyo Dome dimana
Jump melakukan debut dan konser disana, setidaknya sebagai tobikko overseas aku
sudah cukup bahagia bisa datang ke Osakajo Hall.
Kami
melanjutkan perjalanan kami menuju
Castle, tetapi kami sempat berhenti untuk foto-foto di taman yang berjejer pohon sakura. Di jalan menuju Castle ada beberapa stand yang menjual
camilan seperti Takoyaki, buah segar, karage, dll. Untuk ke area castle kami
menyebrangi jembatan yang dibawahnya sungai
yang mengelilingi castle.
Kawasan
castle saat itu cukup ramai, karena sudah masuk akhir pekan. Banyak juga keluarga yang berkunjung untuk piknik bersama di bawah pohon sakura, aku juga melihat beberapa orang yang jogging mengelilingi area osaka castle. Saat kami berada di area lingkar dalam castle, ada sebuah benteng yang bisa kami naiki, diatas benteng itu kami bisa liat area castle dengan jelas, bahkan gedung gedung perkantoran serta taman di kejauhan juga bisa terlihat oleh kami. Jarak dari benteng ke castle sudah sangat dekat jadi kami melanjutkan perjalanan setelah menikmati pemandangan di atas benteng.
Ada insiden lagi yang di buat lia di depan castle saat kami sedang photo session. Saat itu giliran aku yang di foto oleh ka pur, lalu lia yang sedang memegang kamera juga ikut memotretku dengan sudut yang tak biasanya, pasalnya dia memotretku dengan posisi tiduran di jalan. Banyak orang-orang yang lewat jadi memperhatikan kami. Kalau lia yang melakukan hal itu adalah hal biasa (lol) dia bahkan mungkin (jika niat) bisa joget sambil nyanyi di tengah osaka castle.
Yang menjadi insidennya adalah botol minum yang ada di dalam tasnya tumpah (ku ingin ngakak kalo inget kejadian itu). Aku dan ka pur sempat heran setelah melihat ada genangan air di jalan tempat lia tiduran, padahal hari itu terik. Setelah di cek ternyata seluruh isi tasnya basah, jadilah kami melipir ke pinggir untuk bongkar isi tasnya dan menjemurnya di pepohonan. Karena kejadian itu kami harus menungu sekitar 15 - 20 menit sampai tasnya tidak terlalu basah. (lol)
Setelah puas mengabadikan moment di Osaka castle kami kembali ke Namba untuk mengambil koper lalu lanjut ke stasiun Shin Osaka (JR Namba - Shin Imamiya - Osaka - Shin Osaka) naik Shinkansen ke Shinagawa lalu transit di Shinjuku dan berakhir di stasiun Koenji. Perjalanan yang cukup panjang, kami sampai di penginapan sekitar jam setengah sembilan. (TBH aku malah ga pernah transit sebanyak itu kalo naik kereta di Indonesia). Bahkan kami sempat tersasar karena posisi hostel terselip tembok.
Sebetulnya energi kami di malam itu sudah habis, rasanya sudah ingin celentang di kasur sampai besok pagi. Tapi karena masih ada keperluan yang harus kami beli malam itu di Don Quijote. Dan jadwal kami ke Harajuku yang sempat tertunda di hari kedua kami harus kami wujudkan (mumpung masih di Jepang). Jadi setelah istirahat sejenak, kami keluar hostel dengan sepertiga kekuatan kami. Sebelum kami ke Harajuku, kami mampir ke Lawson membeli makanan "Favorit" untuk menganjal perut Chicken katsu & Onigiri.
Kami naik kereta dari Koenji transit di Yoyogi Station lanjut ke stasiun Harajuku. Karena kami datangnya malam kondisi harajuku tidak seramai siang hari, bahkan saat itu kami bilang terlalu sepi. Banyak toko yang sudah tutup, tapi karena penasaran kami mencoba menelusuri sebentar Takeshita Street. Ada toko creeps yang masih buka, dan kami coba memesan 1 rasa strawberry cheese cake. Kalau saja kami tidak makan dulu sebelum kesana, mungkin kami sudah membeli 3 creeps. Rasanya manis segar dan cheese cakenya banyak banget, sayangnya aku lupa harganya berapa. haha
Don quijote ini sangat terkenal bukan hanya di kalangan masyarakat lokal, bahkan turispun sepertinya menjadikan ini tempat yang wajib di kujungi (terutama untuk beli oleh-oleh). Kerena disana menjual berbagai macam jenis barang, dari makanan, kosmetik, dll. Toko ini buka 24 jam, dan ada beberapa lantai (aku lupa di shibuya ada berapa). Kami disana membeli oleh-oleh dan titipan teman kami yang kebanyakan makanan.
Kami tidak berlama-lama disana dan kembali ke stasiun Shibuya. Lia meminta untuk mengabadikan moment shibuya di malam hari, jadilah kami berhenti sebentar untuk menikmati hari terakhir kami di Tokyo, Shibuya. Semakin malam malah semakin ramai, banyak kelompok anak muda, pasangan, atau karyawan yang masih memakai jasnya terlihat memadati tempat terkenal ini. Ada juga seorang lelaki yang membawa spanduk bertuliskan "FREE HUG" dan tak lama segerombol wanita secara bergantian memeluk pria itu sambil tertawa.
Karena aku melihat sepertinya tidak baik jika kami berlama-lama disana, akhirnya kami putuskan untuk kembali ke penginapan. Sesampainya di penginapan kami tidak bergegas tidur, tapi bebenah! Kami berencana untuk tidur lebih lama di pagi hari, mengingat kondisi tubuh yang benar benar lelah dan kurang istirahat.
Setelah puas melepas lelah, kami bergegas untuk checkout jam 10 pagi. Niatnya kami ingin mampir ke Odaiba melihat patung gundam atau aternatif lain adalah Tokyo Dome. Tetapi setelah berunding, kami sepakat untuk tidak berangkat (lol), kami memilih langsung saja berangkat ke bandara. Toh lagi pula kami belum mencari info dimana bisa booking tiket NEX (Narita Express). Rencana awal kami ingin booking di Shinagawa saja, tapi setelah melihat hyperdia kami bisa naik NEX dari Shinjuku station yang notabene lebih ringkas daripada kami berangkat dari Shinagawa.
Sesampainya di JR Office (tempat booking NEX) sudah di padati orang-orang, paling banyak turis luar. Kami mengantri 15-20 menit untuk sampai di loket pemesanan.
Kami sampai di bandara terlalu cepat, jadi kami jalan-jalan dan beli oleh-oleh (lagi!). Kami makan menu McD dan karena kami tidak dapat bangku, terpaksa kami nge-gembel di pinggir pembatas kaca (ikutan turis lain juga). Bandara disana sudah seperti mall, jadi 4 jam kami disana tidak terasa kalau sebentar lagi kami akan terbang kembali ke Jakarta.
Beberapa hal yang sudah terbanyang oleh kami saat kami menunggu di boarding room, Lia dan Ka pur ingin makan nasi goreng, sedang aku ingin makan nasi padang. Juga kami berjanji untuk tidak memakan Chicken Katsu dalam batas waktu yang belum di tentukan (lol)
Yap berakhirlah kisah perjalanan kami selama di negeri Sakura. Alhamdulillah puji Syukur kami panjatkan selalu kepada Allah SWT yang telah memudahkan perjalanan kami dari persiapan sampai kepulangan kami ke Jakarta. Allah SWT sudah baik sekali mewujudkan impian kami melihat sakura mekar sempurna, juga menjaga kami selama disana, kami di pertemukan dengan orang-orang yang begitu ramah dan baik selama disana. Juga kepada orang tua kami yang selalu mendoakan kami selama perjalanan kesana.
Teruntuk partner travelingku / sahabatku / saudaraku, Lia dan Ka Pur terima kasih sudah sama-sama mewujudkan mimpi kita untuk pergi ke Jepang. Terima kasih sudah begitu sabar dan kuat demi perjalanan kita. Terima kasih atas kebahagian dan keletihan selama kita disana. Semoga kita bisa kembali bersama menjelajah bumi Allah SWT yang indah ini agar selalu dapat bersyukur dan mengerti tentang perbedaan dan kesabaran.
See you next trip!
Love,
Ami
Read our previous story:
Beli Tiket ke Jepang di JNTO
Persiapan kami ke Jepang
Hari pertama kami di Jepang
Our Little Trip at Tokyo & Dotonbori
Jalan-jalan ke Universal Studio Jepang
Seharian di Kyoto
Bonus story: Berburu kalender Hey! Say! Jump














Tidak ada komentar: